Rabu, 10 Juli 2019

Keadilan Beda Dunia (Chapter 01)

Terasing, jauh dari desa tidak ada tetangga hanya ada pelita yang memberi cahaya ketika gelap tiba. Di tepi danau, pohon rindang, terpasang ayunan di ikat pada dahan nya. Ketika sore tiba, ada lelaki setengah baya yg selalu memancing di danau tersebut, yg jelas tujuan nya bukan untuk mendapatkan ikan tetapi ada tujuan lain di balik kegiatan yg selalu ia lakukan tiap senja telah menyongsong menuju peristirahatan nya. Duduk di ayunan tidak jauh dari laki-laki itu anak perempuan berusia 8 tahun memperhatikan matahari yg sebentar lagi akan pergi meninggalkan hari itu tanpa basa basi.

Sudah 1 tahun kegiatan seperti itu terus berulang semenjak mereka di usir dari permukiman warga desa, "kami sudah tidak tahan lagi dengan semua ini, setiap malam kami terganggu saat sedang tidur oleh teriakan anak anda yg selalu teriak, meronta, menangis, bahkan menjerit tak peduli tengah malam tanpa memikirkan semua org sedang beristirahat" kalimat itu lah yg mereka katakan sampai akhirnya Jorgi dan Sonia harus pindah tinggal di rumah yg jauh dari desa.

Jorgi adalah ayah Sonia, ia merawat anaknya sendiri sejak istrinya meninggal ketika melahirkan. Bukan hal yg mudah menjadi ayah sekaligus ibu, apalagi sejak dilahirkan sonia mengidap syndrome jacob. Cacat mental maupun fisik dapat membuat sonia bisa berubah kapan saja, bisa saja ia tertawa terbahak bahak, setelah itu manangis lalu menjerit, bahkan tertawa sambil menangis tergantung suasana hatinya, dan dalam hal ini jorgi harus menjadi seperti apa yg diinginkan putrinya.

Pagi sekali jorgi bangun seperti biasa, ia memasak, mengambil air dari danau, mandi, lalu siap siap menuju ke bengkel mobil tempat ia bekerja, tapi sebelum berangkat ia selalu menyiapkan makanan untuk sonia di depan pintu kamarnya. Sore hari setelah pulang kerja ia selalu mengajak sonia ke tepi danau, sambil pura pura memancing dan sonia yg duduk di ayunan tertawa mendengar cerita ayahnya yg tiap hari menjadi waktu yg ia tunggu tunggu selama ini. Setiap hari aktivitas itu terus menerus berulang, hingga pada akhirnya pada suatu hari jorgi heran karna biasa nya sonia sangat bersemangat mendengar ceritanya di tepi danau, tapi pada hari itu dia tidak mau. "ada apa sonia ? Kenapa hari ini kamu tidak mau mendengar cerita ayah ?"-Jorgi. " cerita ? Dari semua cerita kenapa ayah tidak mau menceritakan apa yg aku minta ceritakan, aku tidak mau lagi dengar cerita apa apa kecuali cerita itu, ayah"- Sonia. "Baiklah, kalau memang itu yg kamu ingin ayah ceritakan, ayah akan menceritakan nya......................bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar