Yaaaa, dari pada bengong mending nulis aja meskipun cuma segini tapi setidaknya diriku pernah berjuang wkwkwkkwk, maaf sedikit lebay. Selamat menikmati cerita sederhana hasil karanganku sendiri hahaha.......
Anci si
burung pipit yang terkenal periang, lucu, mungil, sangat di senangi
teman-temannya karena baik hati, suka menolong, dan selalu ceria. Anci tinggal
bersama ibunya yang sangat menyayangi anci, tak pernah sekalipun di marahi
ibunya. Tiap hari anci bermain bersama teman sebayanya, sedangkan ibunya
mencari makanan untuk kebutuhan mereka berdua. Pernah sekali anci hendak ikut
ibunya mencari makanan, tapi tidak di ijinkan oleh ibunya.
Pada suatu
hari ibu anci jatuh sakit dan tidak dapat mencari makanan untuk kebutuhan
sehari-hari. Anci sangat cemas dan sedih dengan keadaan ibunya yang sakit, anci
lalu menangis karena tak dapat berbuat apa-apa untuk ibunya. Pada akhirnya anci
memutuskan keluar dari sarang untuk mencarikan makanan untuk ibunya, tanpa
sepengetahuan sang ibu karena takut tidak di ijinkan oleh ibunya.
Sekitar
setengah jam terbang anci menemukan sepetak sawah milik petani yang di jaga
oleh kakek yang sudah sangat tua, anci mengurungkan niatnya untuk mengambil
padi dari sawah kakek tua karena kasian melihat kakek yang sudah sangat tua
tersebut. Setelah sekitar 10 menit terbang anci menemukan lagi sepetak sawah
yang lumayan luas, tapi lagi-lagi anci tidak mengambil padi dari sawah tersebut
karena di jaga oleh nenek yang juga sudah sangat tua, anci merasa kasian kepada
sang nenek yang sudah tua. Dalam waktu yang bersamaan anci juga memikirkan
ibunya yang lagi dalam keadaan sakit pasti membutuhkan makanan, anci sangat
kebingungan.
Akhirnya
anci memutuskan untuk istirahat di sebuah pohon yang tak jauh dari jalan yang
biasa di lewati oleh warga sekitar. Anci sangat bingung karena hari sudah hampir
gelap tapi belum kunjung mendapatkan makanan. Anci memperhatikan di sekitar
jalan, dimana warga sering melintas membawa hasil panen dari sawah. Tak lama
kemudian ada seorang petani yang lewat membawa padi hasil panen dari sawah
menggunakan sepeda. Karena padi yang di bawa petani begitu banyak hanya dengan
menggunakan sepeda, tanpa sengaja ban sepeda petani tersebut menabrak lubang
dan sepedanya tumbang bersamaan dengan padi-padinya. Melihat peristiwa tersebut
anci sangat senang karna dia dapat mengambil padi yang berceceran di jalan. Tapi,
segera dia urungkan niatnya tersebut karena merasa iba melihat petani yang
dengan sangat sabar memasukkan padi yang tumpah ke dalam karung. Anci sangat
kebingungan apa yang harus dia lakukan untuk dapat mendapatkan makanan,
akhirnya anci memberanikan diri terbang ke jalan dan membantu petani memungut
padi yang tumpah dan di masukkan ke dalam karung. Melihat hal tersebut petani
sangat heran, kenapa ada burung yang membantunya memungut padi, kenapa dia
tidak langsung mengambilnya saja lalu pergi. Melihat peristiwa tersebut sang
petani sangat tersentuh hatinya, ada seekor burung pipit yang mau membantunya
dan tidak mencuri hasil jerih payahnya. Setelah terkumpul semua padi di dalam
karung, sang petani menyisakan sedikit padi yang di jalan untuk anci, kemudian
sang petani tersebut bergegas pulang. Anci sangat bahagia mendapatkan makanan
dari hasil jerih payahnya membantu petani tanpa harus mencuri. Setelah mengumpulkan
semua padi yang tersisa anci pulang dengan hati gembira.
Setiba di
sarang, anci langsung memberikan makanan kepada ibunya dari hasil kerja
kerasnya sendiri. Ibunya sangat marah kepada anci karena pergi tanpa
sepengetahuan dirinya. Ibunya beratnya dari mana mendapatkan makanan, karena
ibunya tidak pernah mengajarkan anci mencuri, akhirnya anci menjelaskan
semuanya kepada ibunya. Anci di maafkan oleh ibunya, sebaliknya ibunya sangat
bangga kepada anci karena menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Mereka makan
bersama-sama, anci sangat karena ibunya terlihat sehat kembali setelah makan,
tidak lama kemudian ibunya sembuh dari sakit, dan merekapun hidup bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar