Kabar berita menyayat jiwa kala tiba di pagi buta
Ingin rasa nya tak percaya apa daya sabda pencipta
Tak bisakah kau menanti untuk waktu sebentar lagi
Jika memang harus begini terlalu cepat kau menguji
Meski itu kisah dulu selalu menggebu terasa baru
Engkau pergi tanpa ragu dalam kalbu yang membisu
Rindu tiba membabi buta menelan rasa tanpa sisa
Menata cara menggoda surga menahan sukma hingga nelangsa
Nadi terhenti gelap kembali seperti mentari tak terang lagi
Bibir bernyanyi hati berdengki siap berlari menantang rasi
Menunggu waktu tutup kisahmu lalu menuju singgasana biru
Awalnya semanis madu semegah tugu akhirnya tetap pulang dalam bentuk debu
Kisah yang secara otomatis tak bisa terhapus dari memori seakan terkunci permanen hingga setiap detail terukur dalam inci. Kisah kejam keji rasanya tak dapat di mengerti secara rinci melukai lalu menyakiti. Kisah tentang rindu, rindu yang tak tertuju, tak mungkin dapat bertemu bukan masalah waktu melainkan tentang pilu yang memilih untuk bisu.
Aku mengingatmu di awali ketika aku mulai belajar mengingat, tak tahu pasti kapan semua itu di mulai sebaliknya yakin ketika semua itu di akhiri. Ini tentang mu, selalu tentang mu, dan hanya tentang mu, tentang mu yang menciptakan tentang ku, semua adalah tentang mu
Selasa, 30 April 2019
Sabtu, 20 April 2019
Download Lagu Terlalu Singkat - Sheila On 7
Berikut liriknya :
Untaian rasa yang ku selipkan
Semoga mampu tuk meluluhkan
Hati pemilik senyum itu
Berbagai cara akan ku coba
Agar aku takkan kehilangan
Pandangan dari senyum itu
Dan disaat kukatakan jadi kekasihku
Akan membuat kau jauh lebih hebat
Reff :
Percaya padaku.....uuuu...uuuu
Percaya padaku.....uuuu...uuuu
Jiwaku untukmu..uuu
Hidup terlalu singkat
Untuk kamu lewatkan
tanpa mencoba cintaku...
Klik link berikut untuk download mp3 :
https://www.4shared.com/mp3/owny6PyVee/Sheila_On_7_Terlalu_Singkat__-.html
Untaian rasa yang ku selipkan
Semoga mampu tuk meluluhkan
Hati pemilik senyum itu
Berbagai cara akan ku coba
Agar aku takkan kehilangan
Pandangan dari senyum itu
Dan disaat kukatakan jadi kekasihku
Akan membuat kau jauh lebih hebat
Reff :
Percaya padaku.....uuuu...uuuu
Percaya padaku.....uuuu...uuuu
Jiwaku untukmu..uuu
Hidup terlalu singkat
Untuk kamu lewatkan
tanpa mencoba cintaku...
Klik link berikut untuk download mp3 :
https://www.4shared.com/mp3/owny6PyVee/Sheila_On_7_Terlalu_Singkat__-.html
Jumat, 22 September 2017
Future
Tidaklah salah jika merencanakan masa depan, dibutuhkan perjuangan untuk yang namanya menuju masa depan. Tidak bisa di lawan, tidak pula bisa lari dari yang namanya masa depan, ia akan datang seiring bergantinya hari, tak terasa tapi sangat pasti akan datang. Tergantung bagaimana reaksi kita menanggapinya, apakah menjemputnya atau menunggu, jawaban hanya ada pada diri kita masing-masing.
well, 9 bulan yang lalu tepatnya 02 januari 2017 aku mengucapkan sebuah komitmen yang sampai saat ini terus aku perjuangkan. Tidaklah mudah dalam menjalaninya, banyak rintangan dan hambatan yang harus dilalui demi mempertahankan komitmen tersebut. Sebuah janji yang kelak akan aku tepati apapun halangannya pasti akan aku wujudkan. Sebuah komitmen yang sakral untuk mempersunting seorang wanita yang selama ini aku perjuangkan, dia merupakan sumber energi bagiku untuk berjuang serta suplemen penambah semangat hidupku yang pada awalnya tidak terarah.
Pada waktu itu terucap janji di sebuah pondok kecil di iringi rintik hujan, tak sedikit keraguan aku mengucapkan janji itu. Seperti surat pernyataan, dalam keaadaan sadar dan tidak mengandung unsur paksaan dari pihak lain, janji itu terucap dengan penuh keyakinan. Berjanji berjuang bersama, saling memberi dukungan, dan saling percaya, sampai saat bahagia itu tiba, itulah kuncinya.
Dia, seorang wanita cantik, mandiri, kuat, pekerja keras, dan manja, yang dulunya telah lamaku kenal tapi sempat hilang beberapa saat hingga kemudian dipertemukan kembali. Kesempatan yang dulu tidak dapat aku manfaatkan tidak akan aku ulangi lagi untuk kesempatan yang kedua, setelah aku mendapatkan dia seutuhnya maka tidak akan pernah aku lepaskan. Akan aku ikat dengan yang namanya pernikahan, membentuk keluarga kecil dengan 2 anak yang lucu-lucu, dan jika itu terwujud maka kebahagian adalah perasaan yang akan selalu aku rasakan.
Masa depanku adalah kamu, kakak, dan adek.
Masa depanku adalah kita
Masa depanku adalah doa
Jika aku telah meminta dalam doaku, maka Yang Kuasa akan memberikannya
Amin.
well, 9 bulan yang lalu tepatnya 02 januari 2017 aku mengucapkan sebuah komitmen yang sampai saat ini terus aku perjuangkan. Tidaklah mudah dalam menjalaninya, banyak rintangan dan hambatan yang harus dilalui demi mempertahankan komitmen tersebut. Sebuah janji yang kelak akan aku tepati apapun halangannya pasti akan aku wujudkan. Sebuah komitmen yang sakral untuk mempersunting seorang wanita yang selama ini aku perjuangkan, dia merupakan sumber energi bagiku untuk berjuang serta suplemen penambah semangat hidupku yang pada awalnya tidak terarah.
Pada waktu itu terucap janji di sebuah pondok kecil di iringi rintik hujan, tak sedikit keraguan aku mengucapkan janji itu. Seperti surat pernyataan, dalam keaadaan sadar dan tidak mengandung unsur paksaan dari pihak lain, janji itu terucap dengan penuh keyakinan. Berjanji berjuang bersama, saling memberi dukungan, dan saling percaya, sampai saat bahagia itu tiba, itulah kuncinya.
Dia, seorang wanita cantik, mandiri, kuat, pekerja keras, dan manja, yang dulunya telah lamaku kenal tapi sempat hilang beberapa saat hingga kemudian dipertemukan kembali. Kesempatan yang dulu tidak dapat aku manfaatkan tidak akan aku ulangi lagi untuk kesempatan yang kedua, setelah aku mendapatkan dia seutuhnya maka tidak akan pernah aku lepaskan. Akan aku ikat dengan yang namanya pernikahan, membentuk keluarga kecil dengan 2 anak yang lucu-lucu, dan jika itu terwujud maka kebahagian adalah perasaan yang akan selalu aku rasakan.
Masa depanku adalah kamu, kakak, dan adek.
Masa depanku adalah kita
Masa depanku adalah doa
Jika aku telah meminta dalam doaku, maka Yang Kuasa akan memberikannya
Amin.
Jumat, 11 November 2016
Anci, Si Burung Pipit Yang Sangat Berbakti Kepada Ibunya
Yaaaa, dari pada bengong mending nulis aja meskipun cuma segini tapi setidaknya diriku pernah berjuang wkwkwkkwk, maaf sedikit lebay. Selamat menikmati cerita sederhana hasil karanganku sendiri hahaha.......
Anci si
burung pipit yang terkenal periang, lucu, mungil, sangat di senangi
teman-temannya karena baik hati, suka menolong, dan selalu ceria. Anci tinggal
bersama ibunya yang sangat menyayangi anci, tak pernah sekalipun di marahi
ibunya. Tiap hari anci bermain bersama teman sebayanya, sedangkan ibunya
mencari makanan untuk kebutuhan mereka berdua. Pernah sekali anci hendak ikut
ibunya mencari makanan, tapi tidak di ijinkan oleh ibunya.
Pada suatu
hari ibu anci jatuh sakit dan tidak dapat mencari makanan untuk kebutuhan
sehari-hari. Anci sangat cemas dan sedih dengan keadaan ibunya yang sakit, anci
lalu menangis karena tak dapat berbuat apa-apa untuk ibunya. Pada akhirnya anci
memutuskan keluar dari sarang untuk mencarikan makanan untuk ibunya, tanpa
sepengetahuan sang ibu karena takut tidak di ijinkan oleh ibunya.
Sekitar
setengah jam terbang anci menemukan sepetak sawah milik petani yang di jaga
oleh kakek yang sudah sangat tua, anci mengurungkan niatnya untuk mengambil
padi dari sawah kakek tua karena kasian melihat kakek yang sudah sangat tua
tersebut. Setelah sekitar 10 menit terbang anci menemukan lagi sepetak sawah
yang lumayan luas, tapi lagi-lagi anci tidak mengambil padi dari sawah tersebut
karena di jaga oleh nenek yang juga sudah sangat tua, anci merasa kasian kepada
sang nenek yang sudah tua. Dalam waktu yang bersamaan anci juga memikirkan
ibunya yang lagi dalam keadaan sakit pasti membutuhkan makanan, anci sangat
kebingungan.
Akhirnya
anci memutuskan untuk istirahat di sebuah pohon yang tak jauh dari jalan yang
biasa di lewati oleh warga sekitar. Anci sangat bingung karena hari sudah hampir
gelap tapi belum kunjung mendapatkan makanan. Anci memperhatikan di sekitar
jalan, dimana warga sering melintas membawa hasil panen dari sawah. Tak lama
kemudian ada seorang petani yang lewat membawa padi hasil panen dari sawah
menggunakan sepeda. Karena padi yang di bawa petani begitu banyak hanya dengan
menggunakan sepeda, tanpa sengaja ban sepeda petani tersebut menabrak lubang
dan sepedanya tumbang bersamaan dengan padi-padinya. Melihat peristiwa tersebut
anci sangat senang karna dia dapat mengambil padi yang berceceran di jalan. Tapi,
segera dia urungkan niatnya tersebut karena merasa iba melihat petani yang
dengan sangat sabar memasukkan padi yang tumpah ke dalam karung. Anci sangat
kebingungan apa yang harus dia lakukan untuk dapat mendapatkan makanan,
akhirnya anci memberanikan diri terbang ke jalan dan membantu petani memungut
padi yang tumpah dan di masukkan ke dalam karung. Melihat hal tersebut petani
sangat heran, kenapa ada burung yang membantunya memungut padi, kenapa dia
tidak langsung mengambilnya saja lalu pergi. Melihat peristiwa tersebut sang
petani sangat tersentuh hatinya, ada seekor burung pipit yang mau membantunya
dan tidak mencuri hasil jerih payahnya. Setelah terkumpul semua padi di dalam
karung, sang petani menyisakan sedikit padi yang di jalan untuk anci, kemudian
sang petani tersebut bergegas pulang. Anci sangat bahagia mendapatkan makanan
dari hasil jerih payahnya membantu petani tanpa harus mencuri. Setelah mengumpulkan
semua padi yang tersisa anci pulang dengan hati gembira.
Setiba di
sarang, anci langsung memberikan makanan kepada ibunya dari hasil kerja
kerasnya sendiri. Ibunya sangat marah kepada anci karena pergi tanpa
sepengetahuan dirinya. Ibunya beratnya dari mana mendapatkan makanan, karena
ibunya tidak pernah mengajarkan anci mencuri, akhirnya anci menjelaskan
semuanya kepada ibunya. Anci di maafkan oleh ibunya, sebaliknya ibunya sangat
bangga kepada anci karena menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Mereka makan
bersama-sama, anci sangat karena ibunya terlihat sehat kembali setelah makan,
tidak lama kemudian ibunya sembuh dari sakit, dan merekapun hidup bahagia.
Minggu, 18 September 2016
Percayalah !!! Kasih Sayang Mengalahkan Segalanya
Kisah
atau cerita ini tidak berdasarkan kisah nyata, juga bukan hasil dari kisah
inspirasi manapun. Cerita ini hanya karangan saya belaka, ya lebih tepatnya
mengisi waktu luang dan menyalurkan hobi hehehe. Ya udaaah deeh mulai saja
hehehehe….
Di
sebuah desa, tinggallah neysa dan bapaknya yang bernama Tian. Sejak ibunya
meninggal saat umur neysa masih 2 tahun, nesya di rawat oleh bapaknya yang
bekerja sebagai buruh pabrik di kampung sekitar. Bekerja dan harus sekaligus
menjadi ibu bagi neysa tentu saja itu bukanlah suatu yang mudah dilakukan oleh
Tian. Meskipun beban berat yang harus dijalani oleh tian, tetapi dia tidak
pernah mengeluh dan menyerah dengan keadaan, neysa adalah satu-satunya harta
paling berharga baginya,segala sesuatu dia lakukan agar bisa memenuhi kebutuhan
anak simata wayangnya itu.
Setahun
tahun berlalu neysa sudah terbiasa menjalani hidup tanpa kasih sayang seorang
ibu. Sekarang usia neysa 3 tahun, ketika tian kerja neysa biasanya di jaga oleh
tetangga atau kerabat. Sepulang kerja tian tidak langsung istirahat, dia
melanjutkan pekerjaan rumah lain, masak, mencuci pakaian, membersihkan rumah,
dan lain-lain. Sungguh, bukan sebuah rutinitas yang mudah bagi seorang bapak
yang kini sudah menginjak 35 tahun. umur yang sudah mulai menua, tenaga
perlahan berkurang, dan yang pasti sekali lagi itu bukanlah apa-apa di banding
rasa kasih sayangnya kepada neysa sang anak yang sangat dia sayangi dengan
segenap hati dan tulus ikhlas.
Pada
suatu siang hal tak terduga terjadi, seorang kerabat mendatangi tempat kerja
tian memberikan kabar yang sungguh membuat dia panik tak terhingga. Neysa sakit,
dan harus di rawat inap di rumah sakit. Penyakit tulang yang membuat neysa
harus menjalani rawat inap selama 1 minggu di rumah sakit. Segala usaha
dilakukan oleh tian demi kesembuhan sang putri, pinjam duit sana sini, harus
berhutang, menahan rasa malu, demi membiayai pengobatan neysa agar bisa sembuh
dari penyakitnya.
Satu
minggu sudah neysa berada di rumah sakit, dan sebelum pulang dokter memberi
saran pada tian agar membuat ramuan dari obat-obatan alami, herbal, dan
dicampur daging sapi untuk mempercepat proses penyembuhan neysa. Sesampai di
rumah tian segera menuruti perkataan dokter yaitu membuat sup dari obat-obatan
herbal, da nada satu yang kurang adalah daging sapi. Segera tian menuju ke
pasar untuk mencoba ngutang kepada pedagang daging sapi, tapi apa daya tiada
belas kasihan dari sang pedagang. Tian pulang dengan tetesan air mata, sedih,
dan merasa bersalah karena tidak bisa menjaga putrinya dengan baik.
Sampai
di rumah tian duduk termenung di depan rumahnya, di iringi hujan rintik-rintik,
“ya Tuhan, hamba mu butuh kuasa mu di saat ini, tolong beri hamba kekuatan
untuk menghadapi ini semua. Doa yang dipanjatkan tian dari hati dengan penuh
keyakinan”
Segera masuk dan mengambil pisau,
kain, dan juga mangkuk. Tian mengiris pahanya dengan pisau, kain di gunakan
untuk mengikat pangkal paha agar darah tidak terlalu banyak keluar. Perlahan
tian mulai mengiris daging pahanya, teriakannya karna menahan rasa sakit itu
tak terdengar oleh neysa yg sedang berbaring lemas di tempat tidur. Dengan penuh
perjuangan dan rasa sakit akhirnya dia membuat sup dari daging pahanya untuk
putrinya selesai, setelah makan sup itu keadaan neysa sudah mulai sembuh bahkan
keesokan harinya neysa sudah seperti biasa dan dapat menjalani hari-hari
seperti biasa. Tak ada satu orangpun yang tahu kejadian tersebut, luka besar di
paha tian yang sebenarnya sangat membuatnya tersiksa, tapi sekali lagi kasih
sayang kepada putrinya mengalahkan segala-galanya.
Empat
tahun berlalu, neysa sudah kelas 2 sd dan keesokan harinya tian ulang tahun. Neysa
yang sudah lama ingin membelikan bapaknya sepeda telah menabung selama 2 tahun
untuk membelikan sepeda kesukaan bapaknya dan berniat memberikan sepeda
tersebut sebagai hadiah ulang tahun tian. Sepulang sekolah neysa langsung
menuju toko sepeda yang memang dari dulu sangat ingin di beli oleh tian namun
sampai sekarang belum tercapai karena tian lebih memilih nabung buat biaya
sekolah neysa. Setelah membeli sepadanya neysa lantas memberi tahu kepada kakek
pemilik toko bahwa jangan sampai bapaknya tahu bahwa uang yang digunakan untuk
membeli sepeda adalah hasil tabungannya selama 2 tahun dari uang jajannya tiap
hari. Kakek pemilik toko pun terdiam, haru, mendengar perkataan anak kecil yang
polos itu, dan sang kakek mengiyakan perjanjian tersebut.
Sore
itu, sesampai tian di rumah neysa langsung mengucapkan selamat ulang tahun
kepada tian dan langsung memberikan hadiah sepeda itu kepadanya, sungguh
terkejut tian apa yang di berikan putrinya. Lantas tian bertanya “ nak, kamu
dapat uang dari mana untuk beli sepeda itu ?
Neysa hanya terdiam dan terpaku,
menangis, tak dapat keluar satu katapun dari mulutnya. “sekali lagi bapak Tanya,
kamu dapat uang itu dari mana, dengan nada tinggi” . “bapak tidak pernah
mengajarkan kamu mencuri neysa” sungguh terpaksa tian harus memberikan hukuman
kepada buah hatinya. Mendengar suara tangisan pecah neysa, tetangga segera
mendatangi rumah tian, dan kebetulan kakek pemilik toko sepeda yang sedang
berkunjung di rumah keluarganya yang kebetulan tetangga tian ikut mendatangi
rumah mereka.
Dengan
terpaksa dan harus mengingkari janjinya sama neysa, kakek langsung menceritakan
semua kejadian yang sebenarnya kepada tian. Setelah mendengar cerita sang
kakek, tian langsung memeluk neysa “maafkan bapak nak, maafkan bapak” dengan
tangisan yang tulus mereka berdua berpelukan. Peristiwa itupun membuat haru
tetangga yang menyaksikannya, tanpa sadar mereka pun turut mengeluarkan air
mata… sunggguh peristiwa dan kejadian yang sangat menyentuh hati, dimana kasih
orang tua tidak akan bisa kita bayar dengan dan dalam bentuk apapun.
Senin, 05 September 2016
Sampai Jadi Debu - Banda Neira
Lirik Lagu Sampai Jadi Debu

Badai tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra ??
Tiap pagi menjelang kau disamping ku
Ku aman ada bersamamu
Selamanya......
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu
Badai puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra ??
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersamaku
Menurut saya ini lagu yang sangat indah dan romantis, bagi yang penasaran gimana sih nih lagu, ini link downloadnya : http://www.4shared.com/mp3/3REN7w0bba/Sampai_Jadi_Debu__Menampilkan_.html
selamat menikmati

Badai tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra ??
Tiap pagi menjelang kau disamping ku
Ku aman ada bersamamu
Selamanya......
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu
Badai puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra ??
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersamaku
Menurut saya ini lagu yang sangat indah dan romantis, bagi yang penasaran gimana sih nih lagu, ini link downloadnya : http://www.4shared.com/mp3/3REN7w0bba/Sampai_Jadi_Debu__Menampilkan_.html
selamat menikmati
Minggu, 04 September 2016
CERITA BARU DARI GUNUNG MERAPI 2930 MDPL
Lagi dan lagi, gunung merapi mengukir satu cerita lagi. Berbeda dari
biasanya karena pengalaman pendakian kali ini bersama dengan tim atau bisa dikatakan
teman-teman yang baru saya kenal persis sebelum pendakian di lakukan. Tidak bisa
di sangkal atau di pungkiri mendaki memang selalu menciptakan sensasi yang berbeda
tak peduli telah berapa sering, akan tetapi selalu menciptakan cerita yang indah
pula.
Pendakian kali ini 2-3
September 2016, merupakan pendakian ke-4 saya di Gunung Merapi. 8 orang, A’at,Fadhil,Talkhis,Joko,Sisi,Umi,
Veron. Berbeda daerah, suku, bahasa, dan agama, pendakian bisa dikatakan lancar,
sukses, dan menyenangkan, ini merupakan salah satu bukti bahwa Indonesia itu
kaya, dan tak ada alasan untuk menjadikan perbedaan sebagai pemisah generasi
bangsa. Aseeeeeeek !!!!!!!!
Perjalanan di mulai dari
kota Jogja-Klaten-Boyolali-Selo, membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam
menggunakan kendaraan roda 2/motor. Setelah tiba di basecamp pendakian gunung
merapi kami beristirahat sekitar 1 jam untuk makan, registrasi atau pendaftaran
pendakian, cek kembali peralatan dan logistik yang akan di bawa. Oh iya, untuk
biaya registrasi gunung merapi pada waktu itu adalah RP. 16.000,- dan untuk
biaya parkir motor RP.5000,-. Bisa dikatakan sangat mahal karena fasilitas yang
disediakan sangat minim serta kurang maksimal, contohnya aja toilet yang hanya
2 unit dan kadang-kadang tidak ada air. Ya sudahlah yaa…hihihihi
Setelah semua siap,
pendakian pun di mulai. Pendakian kami mulai sekitar jam 22.00 wib dari
basecamp pendakian menuju pos I, Pos II, dan sampai di pasar Bubrah kurang
lebih pukul 03.00 wib. Mendirikan tenda serta istirahat di Pasar Bubrah, untuk
mengembalikan tenaga karena akan summit puncak paginya.
Jam 05.00 wib sudah mulai
terang dan kami menikmati sunrise, betapa indahnya ciptaan Tuhan yang tidak
bisa anda dapatkan dalam kamar kos anda hahaha, maklum anak kos-kosan. Indah begitu
indah, matahari pagi menyapa dengan cerianya, tak dapat di gambarkan bahkan di
ungkangkan dengan kata-kata, hanya mata yang menyaksikan begitu dahsyatnya
pertunjukan itu, dan semuanya terasa lengkap sambil menikmati hangatnya kopi
hitam kupu-kupu…ahaiiiiii.
Muncak, setelah makan
kamipun berangkat menuju puncak memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Tracknya lumayan
menyenangkan, membuktikan salah satu filosofi pendakian, anda tak akan
mendapatkan kemudahan untuk mencapai sebuah puncak, dan itu sangat tepat. Sampai
di puncak, ya kegiatan selanjutnya tak perlu lagi saya jelaskan yah hahaha. Sehabis
selesai dan merasa puas melakukan hal wajib dan sudah bisa dikatakan sakral,
kami pun turun kembali ke pasar bubrah, packing dan dilanjutkan turun menuju
basecamp pendakian. Turun terasa lebih cepat, tiba di basecamp pendakian pukul
15.00 wib, istirahat dan melanjutkan perjalan kembali ke Jogja.
Terima kasih banyak
teman-teman, kalian menciptakan satu pengalaman lagi dalam hidupku. Jika ada
waktu dan kesempatan jangan pernah lelah menemani saya mendaki lagi………..
Pasar Bubrah Gunung Merapi
Langganan:
Postingan (Atom)
